Kamis, 30 Desember 2010

langkah kaki ku.

Dalam tiap langkah kaki ku.
Ku temukan bayangan dirimu.
Mengharap memeluk khayal ku.
Tuk kubawa pergi impian mu.

Kebimbangan langkah kaki ini.
Terhenti dalam suatu hari.
Tuk warnai semua mimpi.
Dalam impian yang tlah lalu.

Langkah pun kini menanti.
Menepi dalam pesisir hati.
Melangkah dalam alur mimpi.
Dan mengalir jauhi sunyi.

Dewi alam

Ketika kau turun menepi.
Dewi alam pun berseri.
Memberi cinta dan kasih.
Tuk setiap insan mimpi.

Lelah malam pun terganti.
Menepi kesejukan hati.
Mengganti lelahnya hari.
Tuk kau sang pemimpi.

Walau kau tersudut sunyi.
Namun malam tak tertepi.
Tuk ciptakan satu mimpi.
Yang tersimpan di dalam hati.

Arin Mawar Rindu

Sabtu, 23 Oktober 2010

Sendiri........

Keluku menimang rasa
Menyibak tirai yang kian tebal
Bergelut derita sepanjang masa
Berakhir duka diujung nestapa

Sendiri........
Terpaku dalam gelap malam
Mengurai satu persatu asa
Memilah jalan hidup yang membentang

Berdiri di simpang jalan
Meragu diantara tepian harap
Ku hanya diam.........
Berselimut bimbang yang meradang

Aku mencintaimu kekasihku………

Aku mencintaimu kekasihku……….
Sebelum kita berdekatan
Sejak pertama kali ku kenal engkau
Aku tahu ini adalah takdir
Yang kenangannya mengubah perasaan
di relung hatiku…….
Dan membuatku begitu bahagia
Dibalik segala kepedihan misterinya
Cintamu…………
Adalah dunia baru yang memenuhi seluruh sisi sisi kalbu
Memenuhi duniaku dengan pelangi warna warni
Sehingga aku mampu melupakan
Segala derita rahasia kehidupan ini
Aku mencintaimu kekasihku………..
Meski dalam pikiranku aku tak tahu
Mengapa aku mencintaimu
Tapi aku tak mau tahu
Sudah cukup aku mencintaimu
Dalam hati dan jiwaku
Kehadiranmu ciptakan jiwa dalam jiwaku
Membuatku selalu mengharapkan
Lebih banyak hari….lebih banyak malam
Dan lebih banyak kehidupan
untuk mu……………..

kekasih…

Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri

alasan aku

Tahukah kau alasan aku ada?
Aku sendiri tak begitu mengerti.
Mendapati aku ada.
Dengan kerumitan disekelilingku.

Tahukan kau kata mereka?

Aku ada karena cinta
Ya, cinta.
Seakan mereka dapat mendefinisikan cinta.
Aku pernah mencoba.
Terlalu rumit, aku tak bisa.

Tahukah mengapa aku masih ada?

Kuselidiki mengapa,
Tak dapat kuberikan jawaban selain karena Kemurah Tuhan.
Sudah semestinya, karena Ia Penyayang.

Tahukah kau untuk apa pula kau ada?

Kau mungkin bilang, untuk senantiasa beribadah padaNya.
Seperti yang kau pelajari dari kitab.

Namun aku punya satu alasan lagi.

Alasan yang benar-benar nyata benarnya.
Kau ada,
untuk memberiku alasan.

untuk ada.